Part 3 : Another Gift
February 22nd, 2007 by mcdrawHadiah lagi? Enggak bosen memang. Hadiah lagi yang TERBAIK adalah hadiah pemberian Allah SWT atas segala rakhmat dan nikmatnya. Benar banget. Apapun Allah akan beri hadiah itu pada saya (insya allah semua orang). Makanya, saya selalu bersujud, kalo perlu nangis minta tolong agar hadiah terindah untuk hidup di dunia ini dan mengamalkan banyak ibadah jangan berhenti dulu.
Namun, Allah SWT maha kuasa, jadi dia berhak mencabut hadiah yang diberikanNYA pada kita. Pasrah dan tawakal lebih dalam.
Dari renungan itulah saya sadar. Setiap berucap ingin sesuatu, tiba-tiba saja terwujud. ALLAH SWT maha baik dan pengasih. Ingatan saya masih kuat, tatkala tahun 95 saya kepingin berat tas kerja yang kerenan dikit tapi bermerek juga celana korduroy yang enak dipakai. Kalo disantroni setiap toko di Plaza Senayan, duit saya enggak mungkin cukup untuk ganti price tag yang menggantung di benda tersebut.
alhasil, udah deh enggak mikirin. Sampai pada akhirnya mata saya tertuju pada satu galeri dan tertulis di kacanya SALE 50% OFF! Enggak mikir dua kali, saya masuki dan Allah SWT maha baik. Saya disisakan satu postman bag denim dan celana korduroi biru tua - tercatat nomornya tinggal nomor 31!!! Itu berarti nomor saya.
Sayangnya, hari itu saya tidak bawa duit lebih. Sementara pembayaran harus CASH. Tak bisa pakai kartu apapun, termasuk debit! Kalau enggak diambil pasti besok atau bahkan semenit saja tinggal gigit jari, bahkan bisa2 menyesal seumur hidup! Saat itulah, seorang sobat (temen gaul dan kecimpringan lewat). Lalu mulailah saya membuat sandiwara kecil, minta sarannya, cerita mimpi saya itu dan ujung2nya pinjem duitnya.
Enggak pakai alasan apapun, dia langsung menyerahkan sejumlah uang yang saya perlukan. Bisa bayangkan, raut wajah saya hari itu? MERIAH! Thanks banget buat Amalia - you’re my angel!!
Hari itu saya benar-benar dapat BANYAK HADIAH. Hadiah ditajamkan mata untuk melihat galeri yang SALE. Hadiah untuk disisakan benda yang jadi cita2 saya (saat itu). Hadiah diberikan teman penolong. Terakhir, hadiah KEBAHAGIAAN pada akhirnya saya bisa menenteng tas & celana itu. Dan seabrek hadiah pujian dari orang yang melihat saat saya memakainya.
Dan kini, walau benda itu tak ada. Hadiah itu tetap pada saya. Hadiah kenangan yang ga bakalan lupa.


